Pengertiannegosiasi beserta cara-cara melakukannya serta alasan dan tujuan melakukan negosiasi; buatlah teks negosiasi dengan membayangkan bahwa kalian adalah pengurus OSIS, mengajukan program kepada kepala sekolah untuk mendirikan koperasi sekolah yang dikelolah sendiri oleh siswa. Apa perbedaan definisi umum dengan identifikasi Bahasadan Sastra Indonesia 3 Untuk SMK Kelas XII. Rangkuman: 1. 2. Gaya bahasa atau majas adalah suatu cara mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan bahasa yang indah dan personal dan digunakan untuk meningkatkan efek dan menjelaskan gagasan sehingga dapat dimengerti baik oleh pembaca maupun pendengar. Negosiasiantara Kepala Sekolah dengan Pengurus OSIS Dialog ini berlangsung antara kepala sekolah dengan pengurus OSIS salah satu sekolah negeri di Semarang. Di ruangan tersebut pengurus OSIS mengajukan usulan program untuk mendirikan koperasi yang dikelola oleh siswa. Pengurus OSIS : (mengetuk pintu) Selamat pagi, Bu. 1 Jelaskan dengan kalimatmu sendiri mengenai pengertian dari: a. Intonasi b. Ekspresi c. Volume 1) Tuliskan enam contoh kalimat salam pembuka dalam berpidato! 3. Jelaskan kapan saja kita harus memergunakan pidato: a. Impromtu, b. Manuskrip, c. Memoriter, d. Ekstemporan. 4. Buatlah sebuah teks pidato dengan tema yang sedang hangat Bacajudul, sub judul dan subheading untuk mencari tahu apa yang dibicarakan teks tersebut. Perhatikan ilustrasi (gambar atau foto) agar Anda mendapatkan informasi lebih jauh tentang topik tersebut. 4. Buku Pedoman Pengkaderan. Ketramplan Mengungkapkan Pendapat Kumpulancontoh pidato persuasif singkat berikut ini berusaha memberikan beberapa teks pidato untuk semua orang, terutama siswa sehingga dapat berlatih menyampaikan pidato di depan kelas/khalayak ramai. Untuk itu, semoga contoh pidato ini bermanfaat bagi peningkatan kemampuan berbicara oleh para siswa/pembaca sekalian. . Kerjakan sesuai dengan petunjuk!1 Kalian tentu telah banyak menyaksikan berbagai konflik kepentingan di sekitar kalian. Kali ini, buatlah teks negosiasi yang berisi pemecahan konflik yang terjadi antara pedagang di pasar kota dan pengelola pasar tersebut. Pedagang diwakili oleh ketua paguyuban pedagang yang ada di pasar tersebut, sedangkan pengelola pasar diwakili oleh pimpinan pasar sendiri. Buatlah dialog tersebut seperti dialog pada Kegiatan 1 dengan struktur teks pembukaan^isi^penutup.1 Bayangkan bahwa kalian adalah pengurus OSIS di sekolah. Kalian telah mengajukan usulan program kepada kepala sekolah untuk mendirikan koperasi sekolah yang dikelola oleh siswa sendiri. Agar pihak sekolah dan pengurus OSIS mempunyai pandangan yang sama, kedua belah pihak perlu bertemu dan melakukan negosiasi.2 Buatlah teks negosiasi yang menggambarkan keadaan tersebut!1 Peragakan negosiasi pada nomor 1 dan 2 itu bersama teman-teman dalam kelompok yang terdiri atas dua orang Kumpulan Soal Uraian/Esai Materi Teks Negoisasi1. Tuliskan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengonstruksi teks negoisasi!2. Tuliskan berbagai tujuan yang dicapai dari teks negosisasi!3. Tuliskan ciri-ciri dari teks negoisasi jika dilihat berdasarkan isinya!4. Jelaskan tentang bagian-bagian dari struktur teks negoisasi!5. Bagian isi dalam teks negoisasi terdiri atas penyampaian materi, serta tawar-menawar dan penyelesaian masalah. Jelaskan tentang pernyataan tersebut!6. Apa yang dimaksud dengan mengevaluasi teks negoisasi!7. Apa yang dimaksud dengan teks negoisasi?8. Tuliskan kaidah teks negoisiasi yang baik!9. Jelaskan tentang bagian orientasi dari teks negoisasi kompleks!10. Jelaskan tentang inti dari teks negoisasi!11. Pengertian Negosiasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia ternyata mengandung beberapa unsur, jelaskan !12. Buatlah teks negosiasi dalam bentuk dialog yang berisi pemecahan konflik yang terjadi antara pedagang di pasar kota dan pengelola pasar tersebut. Pedagang diwakili oleh ketua peguyuban pedagang yang ada di luar pasar tersebut, sedangkan pengelola pasar diwakili oleh pemimpin pasar sendiri !13. Buatlah teks dialog mengenai ketua OSIS yang mengajukan usulan kepada kepala sekolah untuk mendirikan koperasi seolah oleh siswa sendiri. Kedua belah pihak bertemu dan melakukan negosiasi!14. Jelaskan fungsi negosiasi dan hal-hal apa sajakah yang perlu di negosiasikan !15. Jelaskan kiat-kiat untuk meyakinkan mitra bicara!Kunci Jawaban1. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam mengonstruksi teks negoisasia. Menentukan tujuanb. Menentukan pihak-pihak yang berkaitanc. Menentukan konflikd. Menentukan solusi dalam penawarane. Menentukan model kesepakatan2. Tujuan yang dicapai dari teks negosisasi!a. Untuk memperoleh jalan keluar berupa kesepakatan antara pihak-pihak yang berkepentinganb. Untuk mempersatukan perbedaan pendapat yang ada antara pihak-pihak yang berkepentinganc. Untuk menghindari kerugian seperti memberatkan salah satu dari pihak-pihak yang Ciri-ciri dari teks negoisasi jika dilihat berdasarkan isinya!a. Negoisasi menghasilkan kesepakatan, baik kedua belah pihak saling sepakat ataupun kedua belah pihak sepakat untuk tidak Tiap-tipa pihak yang bernegoisasi memperjuangkan kepentingannya Negoisasi merupakan sarana untuk menapai penyelesaiand. Negoisasi bertujuan praktis, yaitu mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah Bagian-bagian dari struktur teks negoisasia. PembukaanBiasanya pembukaan ini berisi pengenalan diri, salam dan sapa yang bertujuan sebagai pengiring topikb. IsiBagian isi teks negoisasi berisi mengenai inti pembahasan. Bagian isi dalam teks negoisasi ini terbagi menjadi dua yaitu penyampaian materi serta tawar-menawar dan penyelesaian masalah. Penyampaian materi isinya terkait pernyataan dan pemberitahuan mengenai masalah. Sedangkan yang disebut dengan tawar-menawar dan penyelesaian masalah adalah bagian yang berisi negoisasi atau proses penyelesaian tujuan yang berbeda hingga tercapai kesepakatan atau PenutupBagian penutup ini merupakan bagian terakhir dalam teks negosiasi dan biasanya berisi tentang basa-basi yang memiliki arti, seperti ucapan terima kasih dan Penyampaian materi isinya terkait pernyataan dan pemberitahuan mengenai masalah. Adapun tawar-menawar dan penyelesaian masalah adalah bagian yang berisi negosiasi atau proses penyelesaian tujuan yang berbeda hingga tercapai kesepakatan atau perjanjian6. Teks negoisasi adalah sebuah teks yang di dalamnya berisi interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lain yang disebabkan oleh adanya suatu kepentingan yang berbeda atau saling bertentangan dan hal ini mengharuskan adanya sebuah penyelesaian keputusan agar dapat tercapai suatu kesepakatan antara kedua belah Mengevaluasi teks negoisasi artinya kegiatan melakukan perbaikan terhadap teks negoisasi yang telah ada. Dengan melakukan evaluasi diharapkan teks negoisasi menjadi lebih baik. Untuk dapat mengevaluasi sebuah teks tentunya diperlukan ketelitian yang Kaidah teks negoisasi yang baika. Tidak menyajikan lebih dari tiga argumen dalam satu Mulai dengan argumen yang paling kuat dan didukung dengan Bangun argumen secara logis, rapat, mengikat, dan Jelaskan pandanganmu, buat kesimpulan dari pandangan tersebut, kemudian kamu dapat mengatakan jika kamu tidak setuju dengan mitra Jabarkan kembali pokok bahasan pihak mitra negosiasi untuk menunjukkan bahwa kamu telah Minta alasan dari pihak mitra negosiasi mengapa ya/mengapa tidak.g. Jangan menyela argumentasi dari pihak mitra negosiasi, dengarkan, dan cari titik Orientasi merupakan struktur yang pertama kali muncul, dan menjadi pembuka dari percakapan sebuah negosiasi. Penggunaan kata dalam bagian ini mengarah pada ucapan basa-basi seperti sapaan, salam dan Inti dari teks negosiasi adalah sebuah komunikasi yang digunakan ketika ada perbedaan kebutuhan/kepentingan yang mengakibatkan sebuah pertentangan. Pertentangan tersebut akan dilerai dan dipecahkan dengan sebuah perundingan negoisasi, di mana kedua belah pihak dapat merasa Negosiasi dapat diartikan pula kegiatan yang ditimbulkan oleh keinginan untuk memenangkan kemauan atau kepentingan sendiri karena terhambat oleh kepentingan pihak lain atau adanya pemikiran yang bertolak belakang. Pihak yang satu merasa konsep, gagasan, program, atau sesuatu yang diingini dianggap sudah benar, sementara pihak lain berfikiran sebaliknya. Dengan adanya perbedaan prinsip tapi berada dalam kepentingan dan tujuan yang sama, terjadilah negosiasi. Untuk mencapai negosiasi yang menghasilkan, perlu adanya penyampaian argumentasi yang kuat dan tak terbantahkan dengan kalimat yang menarik dan Teks dialogPemimpin Pasar Permisi, BuKetua Peguyuban Iya Pak, ada apa?Pemimpin Pasar Maaf Bu, Sebaiknya Ibu jangan berdagang di sini, kasihan pengendara yang lewat di sini disamping itu jalan ini juga terlalu sempitKetua Peguyuban Wah Pak, kenapa begitu? Saya sudah beberapa minggu di Pasar Bukanya begitu, kita di sini berusaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan para penjual dan pembeli. Saya tidak melarang Ibu berjualan di sini, tapi Ibu bisa pindah ke tempat lainKetua Peguyuban Tapi kalau saya pindah pelanggan saya bagaimana?Pemimpin Pasar pasti ketemu, Ibu tolong kemasi barang – barang ibu, sekarang saya sudah siapkan tempat untuk ibu berjualanKetua Peguyuban oke lah pakPemimpin Pasar terima kasih buKetua Peguyuban sama - sama13. Teks dialogKetua OSIS Selamat pagi, PakKepsek Selamat pagi, ada apa ya?Ketua OSIS saya ingin mengusulkan program untuk sekolahKepsek program apa ya?Ketua OSIS program untuk mendirikan koperasi yang dikelola oleh siswa sendiri. Karena dengan begitulah siswa dilatih survive dan berjiwa leadrshipKepsek tapi saya tidak yakin dengan hal iniKetua OSIS percayalah pak, kami bisa menjalankanyaKepsek baiklah, bapak akan mengadakan rapat terlebih dahuluKetua OSIS terima kasih pakKepsek sama - sama14. Fungsi dari negosiasiUntuk menyelesaikan konflik kepentingan dan yang perlu dinegosiasikan adalah kepentingan organisasi pekerjaan dan berhubungan dengan hajat/keinginan orang banyak15. Menarik simpati pihak kedua mitra negosiasi. Ia akan bersimpati terhadap maksud kita jika ia memahami betul program kita. Karena itu, kewajiban kita adalah menguraikan sejelas-jelasnya yang tidak boleh kita kesampingkan dalam upaya membangkitkan kepercayaan adalah penampilan kita. Penampilan itu menyangkut penghargaan terhadap kesempatan, cara berpakaian, sikap dan perilaku ketika kita berbicara, dan pemahaman kita terhadap situasi komunikasi. 39 Views Penawaran Pembuatan Koperasi Ketua Osis ”Assalamu’alaikum, Bu.” mengetuk portal Kepala Sekolah “Wa’alaikumussalam. Mari timbrung!” Pengarah Osis “Terima hidayah, bu. Boleh saya duduk?” Pemimpin Sekolah ” Oh, ya tentu. Ada teristiadat barang apa?” Ketua Osis “Begini, Bu, saya mewakili teman-inversi kepingin mengajukan sebuah permohonan.” Kepala Sekolah “Permintaan apa, Nak? Mari dibicarakan.” Ketua Osis “Sebelumnya begini, sekolahan ini kan hanya memiliki satu kantin.” Penasihat Sekolah “Maksudnya bagaimana, Nak?” Ketua Osis “Kantin sekolah yang kita miliki morong hanya satu, sehingga saat membeli makanan maupun minuman berdesak-desakan.” Kepala Sekolah “Dulu bagaimana?” Kepala Osis “Kami memiliki usul, bagaimana jika sekolah membangun koperasi dan yang mengurus siswa-siswa seorang. Bagaimana menurut Ibu?” Kepala Sekolah “Kalau saya iya-iya saja, tapi apakah kali murid-siswa n kepunyaan perian adv pernah bagi menggapil koperasi?” Atasan Osis “Kami usahakan, Bu. Nanti yang bertugas menjaga pula harus seling.” Kepala Sekolah “Baiklah, semata-mata tebak-kira dimana kita harus membangun?” Ketua Osis “Bagaimana kalau di jihat kiri masjid, Bu?” Kepala Sekolah “Oh, jangan. Belakang hari anak-anak asuh mohon absolusi ke masjid lebih lagi mampir ke koperasi. Lebih baik di depan pelan bola keranjang, bagaimana?” Ketua Osis “Oh iya, Bu. Sepertinya di situ cocok bakal dijadikan koperasi.” Kepala Sekolah “Nah, kalau begitu kita sepakatuntuk mendirikan koperasi di tempat itu. Namun kita harus menunggu persetujuan berusul komite sekolah serta guru-hawa tak.” Pembesar Osis “Oh, tidak masalah, Bu. Kami akan menunggu,. Kalau begitu saya mohon pamit suntuk, Bu. Kami tunggu kabar seterusnya. Syukur, Assalamu’alaikum. Atasan Sekolah “Ya, sebanding-sama. Wa’alaikumussalam.” Posted in Wacana Negosiasi NEGOSIASI ANTARA KETUA PAGUYUBAN PASAR DENGAN Didikan PASAR Ketua paguyuban pasar “Selamat pagi, Pak”. Pimpinan pasar “Selamat pagi. Silakan duduk”. Ketua paguyuban pasar “Iya, terima hidayah”. Didikan pasar “Ada yang bisa saya bantu?” Ketua paguyuban pasar “Saya Azza. Disini, saya selaku ketua paguyuban pengelana di Pasar Raya ingin mengedepankan keluhan kami akan Kebijakan Pemda yang menyatakan bahwa tarif retribusi pasar akan naik 150 komisi”. Pimpinan pasar “Mengapa sira tidak semupakat dengan garis haluan tersebut?” Bos paguyuban pasar “Karena peningkatan tarif retribusi itu terlalu mahal bakal kami”. Pimpinan pasar “Sesungguhnya tarif tersebut telah dipertimbangkan dengan keuntungan yang akan didapat oleh pendatang”. Ketua paguyuban pasar “Saya mohon, tolong pertimbangkan pun. Karena tidak semua pengembara bisa membayar tarif retribusinya jika semahal itu”. Bimbingan pasar “Bagaimana ya? Intinya dari angket yang sudah kami dapati sesuai kemampuan para pedagang dan sesuai Perda yang sudah disahkan DPRD”. Komandan paguyuban pasar “Tidak, Cangkang. Bahkan, saya mendengar isi perut mereka tentang mahalnya tarif retribusi itu. Apakah Bapak lain mendengarnya?” Pimpinan pasar “Baiklah, akan saya usulkan ke Pemda. Memangnya berapa penghasilan mereka sebulan?” Ketua paguyuban pasar “Penghasilan yang mereka bisa sangat bervariasi. Kira-sangkil sekitar Pimpinan pasar “Bagaimana jika harga sewanya turun menjadi 140 persen?” Ketua paguyuban pasar “Segala tak dapat rendah lagi, Selongsong?” Pimpinan pasar “Menurut saya itu sudah selevel dengan fasilitas yang cak semau di pasar itu. Bagaimana menurut anda?” Komandan paguyuban pasar “Saya tetap tidak sejadi. Karena, perekonomian pedagang di kota ini tak stabil”. Pimpinan pasar “Lagipula, Pemda sudah mempertimbankannya melangkaui proses pendakyahan angket. Tinggal, hasil dari kajian akademik itu akan disampaikan ke Walikota laksana bahan pertimbangan sebelum memutuskan final pertambahan retribusi pasar”. Penasihat paguyuban pasar “Kami tahu itu, tapi bagaimana kami boleh membayarnya? Keperluan kami banyak, mulai bersumber kebutuhan sandang, pangan, dan kebutuhan lainnya. Harap dikurangi lagi tarifnya, Paket”. Pimpinan pasar “Ya sudah. Bagaimana jika tarif retribusinya jatuh menjadi 125 persen?” Ketua paguyuban pasar “Ya, saya seia, Paket”. Didikan pasar “Baiklah. Nanti saya akan mengusulkannya ke Pemda”. Ketua paguyuban pasar “Ya tentu. Peroleh kasih atas toleransi beliau terhadap kami. Boleh saya keluar?” Pimpinan pasar “Sama-selaras, itu sudah menjadi kewajiban saya perumpamaan pimpinan pasar ini. Sambut anugerah juga karena anda telah menyampaikan aspirasi itu.” Ketua paguyuban pasar “Ya, sama-setimpal. Selamat pagi”. Pimpinan pasar “Selamat pagi”. Posted in Teks Negosiasi, Tugas B. Ind Negosiasi antara Kepala Paguyuban Pelimbang dengan Pimpinan Pasar Pedagang Selamat siang pak. Arahan Selamat siang. Yuk duduk. Pedagang Ya, terima pemberian. Pimpinan Apakah suka-suka yang dapat saya tolong? Perantau Saya Superior Paguyuban Petualang di pasar. Sebagai Ketua, saya diminta cak bagi menggantikan pergok Anda. Pimpinan Oh ya, suka-suka apa? Kelihatannya penting sekali. Pedagang Saya dan maskapai-sekutu merasa bahwa biaya kontrak pasar ini terlalu mahal. Arahan Kenapa Anda berpikir dalam-dalam seperti mana itu? Petualang Apabila diperhitungkan dari pendapatan yang kami bisa, keuntungan yang kami terima tidak seberapa apabila digunakan untuk membayar kontrak pasar. Pimpinan Bagaimana ya? Pajak yang ditarik pemerintah makin hari makin meningkat. Pedagang Sama halnya dengan kami, harga sembako pun meningkat. Pimpinan Tapi lain kelihatannya untuk menurunkan harga carter. Elektrik menanjak dan biaya operasional sekali lagi mahal. Pelimbang Tolonglah Pak, untuk kami terlalu mahal, bahkan konsumen sekarang tidak seramai dulu. Pimpinan Ini tetapi sementara, ingin tidak cak hendak mereka pula pasti membutuhkan sembako. Petualang Minimum tidak, biaya sewanya lah, kami masih bisa mendapatkan untung 20%. Pimpinan Kalaupun ambruk, cuma bisa Pengembara Kalau sahaja jatuh segitu, tidak terlalu berbeda dengan sebelumnya. Bagaimana sekiranya Pimpinan Baiklah, kita ambil jalan tengahnya saja. Saya turunkan jadi tidak lebih tak kurang. Pedagang Tapi kalau dapat diturunkan lagi, paket. Kami akan berusaha mandapat pelanggan bertambah banyak. Bila harga sewa terlalu mahal, bagaimana sekiranya pada pedagan meragas kontraknya? Pimpinan Ya sudah, akan saya usahakan. Pengembara Baik Pak, songsong rahmat atas pengertiannya. Selamat siang. Pimpinan Selamat siang. Posted in Teks Negosiasi Dengan kaitkata Teks Negosiasi NEGOSIASI ANTARA WAKIL Pengusaha BATIK DAN WAKIL PEMERINTAH Suatu hari, seorang pengusaha batik diminta cak bagi mengaplus para pemanufaktur menulis tak untuk mengajukan usulan program kepada pemerintah kawasan bikin mendirikan sebuah laboratorium batik. Duta pabrikan “Selamat pagi, Pak.” Wakil pemerintah “Selamat pagi. Mari silakan duduk.” Wakil pabrikan “Terimakasih, Pak.” Konsul pemerintah “Saya Rudi Suwarno, konsul pemerintah di sini. Beliau?” Duta pemanufaktur “Saya William Santoso, Pak. Wakil pengusaha batik di kota ini.” Duta pemerintah “Baiklah, ada mesti segala apa Pak William?” Wakil pabrikan “Seperti ini, Selongsong. Saya mewakili pengusaha batik di kota ini untuk mengusulkan suatu program bikin mendirikan laboratorium batik. Bagaimana menurut Anda?” Konsul pemerintah “Saya lalu mengapresiasi usulan gambar tersebut. Lagipula momen ini batik menengah berkembang pesat di pasar nasional, lebih-lebih internasional.” Wakil pabrikan “Iya betul. Jadi, apakah usulan kami diterima, Pak?” Wakil pemerintah “Iya. Namun, begini. Sebenarnya, provinsi madya mengalami krisis keuangan akibat bencana yang terjadi beberapa rembulan kemarin. Dana nan distrik keluarkan cak bagi itu tidaklah kecil. Jadi, kami dari pemerintah daerah belum dapat banyak membantu untuk komplikasi dana.” Konsul pengusaha “Magfirah, Pak. Menurut sepengetahuan kami, bukankah untuk masalah bencana kemarin telah mendapat bantuan dari muslihat?” Wakil pemerintah “Memang bersusila. Tetapi lakukan logistik ditanggung daerah.” Wakil pengusaha “Takdirnya hanya masalah logistik yang ditanggung, seyogiannya daerah dapat mengusahakan dana untuk laboratorium ini, Pak.” Wakil pemerintah “Maaf, Sampul. Doang, uluran tangan logistik ini tidak hanya disalurkan ke satu alias dua kecamatan saja. Melainkan enam kecamatan. Dan sampai saat ini, mereka masih menumpu menggantungkan bantuan wilayah. Memangnya, berapa biaya yang dibutuhkan lakukan makmal batik? Tidak adv minim bukan?” Wakil pengusaha “Yang kami harapkan dari kawasan sebesar Kelongsong. Bagaimana?” Wakil pemerintah “Belum boleh. Itu terlalu besar.” Wakil pabrikan “Bagaimana jika setengahnya? Laboratorium ini tentu akan menambah pendapatan kawasan.” Konsul pemerintah “Sejenis ini doang, Pak. Jikalau cuma 30 uang dari biaya nan diminta, kemungkinan bisa.” Duta pengusaha “Tidak bisa naik sekali lagi, Pak?” Konsul pemerintah “Sekali lagi saya minta lepas. Kenyataannya, daerah memang belum gemuk.” Wakil pengusaha “Baiklah kalau begitu. Saya cak dapat tawarannya. Cuma, jika bisa usahakan lebih ya, Sampul. Minimal 40 persennya.” Konsul pemerintah “Oke, akan kami usahakan.” Wakil pengusaha “Baiklah, saya pamit dulu, Pak. Terima kasih atas waktunya. Selamat pagi.” Wakil pemerintah “ Ya silakan. Sekelas-sama. Selamat pagi.” Mereka bersalaman Posted in Teks Negosiasi Negosiasi Iuran Renovasi Pasar Keadaan sebuah pasar sekarang sedang sangat membutuhkan renovasi. Pimpinan pasar menginginkan reformasi terhadap pasar. Hanya tentunya membutuhkan biaya yang tidak kurang. Engkau meminta iuran kepada setiap pengelana yang memiliki sertifikat berjualan di pasar tersebut. Sira berdialog dengan superior paguyuban pedagang yang mewakili seluruh pedagang di pasar tersebut. Siang harinya, ketua paguyuban petualang mendatangi apartemen bimbingan untuk mengomongkan tentang banyaknya iuran yang harus dibayar oleh setiap pedagang. Ketua paguyuban pedagang Selamat siang, Buntelan. Pimpinan pasar Selamat siang. Silakan duduk. Pemimpin paguyuban pedagang Ya, syukur. Saya Yunia Eka Upik, duta dari seluruh petualang di Pasar Bapak. Didikan pasar Baik, tentunya Anda sudah tahu saya. Tinggal, ada perlu apa Anda datang kemari? Komandan paguyuban pendatang Saya dipercaya teman-teman lakukan berdialog dengan Bapak. Pimpinan pasar Akan halnya segala apa, Taci? Ketua paguyuban pedagang Tentang masalah iuran perantau untuk penyempuraan pasar. Pimpinan pasar Oh… kelainan itu. Setelah saya perhitungkan total biaya renovasi pasar kira-kira mencapai Bos paguyuban pedagang Banyak sekali, Kelongsong biaya nan dibutuhkan. Memangnya apa belaka yang akan diperbaiki? Bimbingan pasar Tentunya banyak pula. Ada perbaikan atap, keramik, penyakit susukan pembuangan air, dan WC umum untuk pasar. Ketua paguyuban pedagang Oh begitu ya, Paket. Didikan pasar Ya, Kakak. Cak semau berapa total pedagang yang berjualan di pasar? Ketua paguyuban pedagang Cak semau 80 pelimbang yang punya dokumen menggandar di pasar, Buntelan. Kaprikornus, berapa iuran bagi setiap pengembara? Pimpinan pasar Kira-kira setiap pedagang. Komandan paguyuban pedagang Lho, mengapa banyak sekali, Paket? Pimpinan pasar Itu untuk mengantisipasi kehabisan biaya, Mbak. Sekarang sasaran material ketel harganya naik. Kepala paguyuban pedagang Kalau sebesar itu berlebih mahal, Pak. Arahan pasar Menurut saya itu telah sesuai, Mbak. Bagaimana? Bos paguyuban pelimbang Tidak boleh, Cangkang. Upah kami saja selingkung tiap-tiap masa. Itu saja bikin biaya kehidupan sehari-musim. Bagaimana jikalau iurannya saja? Pimpinan pasar Weh, itu sangat kurang, Mbakyu. Renovasi itu ketel bagi guna para pedagang juga. Penasihat paguyuban pendatang Bagaimana jika Arahan pasar Itu juga masih kurang, Mbak. Bagaimana kalau Itu telah harga yang cukup. Ketua paguyuban pedagang Tolong sesuaikan dengan upah kami, Cangkang. Menurut saya, iurannya hanya. Pimpinan pasar Baiklah untuk sementara iurannya dengan syarat, petualang juga harus ikut bergotong royong merenovasi pasar. Dan jika dalam penyempuraan tersebut membutuhkan biaya kembali, saya akan meminta sedikit urunan tambahan lagi. Bos paguyuban musafir Baik, Pak. Saya sejadi. Saya akan memberitahukan kepada seluruh perantau di pasar. Pimpinan pasar Ya telah, sepakat ya, Yunda. Bos paguyuban pengembara Iya, Pak. Syukur. Bolehkah saya pamit? Arahan pasar Terima anugerah kembali. Ya, marilah. Selamat petang. Ketua paguyuban perantau Selamat sore.Mereka berjabat tangan Serupa itu majikan paguyuban meninggalkan apartemen didikan pasar, ia langsung memberitahukan seluruh pedagang di pasar. Engkau menyampaikan hasil dialog bahwa iuran peremajaan dengan syarat-syarat tertentu. Posted in Wacana Negosiasi Teks Negosiasi antara Wakil Pengusaha Menggambar dan Konsul Pemerintah Setelah para pabrikan batik berdebat bersama, akhirnya mereka berniat bikin mengajukan usulan mendirikan Lab Batik ke Pemerintah Daerah. Mereka menunjuk Ibu Alin untuk pergok Pemda. Duta Pengusaha “Selamat siang, Bungkusan.” Wakil Pemda “Selamat siang. Mari, silahkan duduk.” Wakil Pengusaha “Ya, terima kasih.” Konsul Pemda “Saya Hadi Wijoyo penggalan KPPT. Anda siapa?” Wakil Pengusaha “Saya Alin, pengusaha menggambar di ii kabupaten ini.” Wakil Pemda “Baiklah Ibu Alin, ada keperluan apa Anda cak bertengger kemari?” Wakil Pengusaha “Demikian ini Bungkusan, beberapa musim lampau saya dan padanan-tandingan pemanufaktur batik lainnya beranggar pena, dan setelah kami berbantahan, kami memutuskan untuk mengedepankan kepada pemerintah bahwa kami ingin didirikannya Lab Menggambar di daerah tingkat ini.” Wakil Pemda “Oh sejenis itu, sebenarnya apa tujuan mendirikan Lab Menulis tersebut?” Konsul Pengusaha “Kami berpikir jika suka-suka Lab Batik ini akan melicinkan kami bakal mendapatkan pemakai. Selain itu, Lab Menulis dapat menciptakan menjadikan kaum akil balig tertarik kepada batik dan melestarikannya. Konsul Pemda “Oh, itu ide nan bagus. Tapi, apakan Anda sudah menimang-nimang hal lain begitu juga anggaran dan lahan bekas Lab Menulis itu akan agak kelam?” Wakil Pengusaha “Oh, telah Pak, ini anggarannya. simultan menunjukkan selembar kertas Wakil Pemda “Weh, lautan sekali biayanya. Pemerintah tidak boleh memperlainkan dana sebesr ini.” Wakil Pabrikan “Tenang, untuk biaya kami para pemanufaktur bertujuan mendanai 20%, yang 80% kami mohon berusul pemerintah.” Konsul Pemda “Weh, kami rasa itu masih terlalu tangga.” Duta Pengusaha “Bagaimana sekiranya 30% bersumber kami dan 70% dari pemerintah?” Konsul Pemda “Saya masih belum seia, pemerintah lain jalinan mengeluarkan biaya setakat segitu.” Wakil Pengusaha “Kalau 50% pecah kami dan pemerintah 50%?” Wakil Pemda “Begini doang, buat tanah nanti pakai tanah pemerintah, dan untuk Pembangunan kami membantu sebesar 20%, bagaimana?” Wakil Pemanufaktur “Sokong naik sedikit, Buntelan.” Konsul Pemda “Baik, 30%.” Duta Pengusaha “Baiklah, saya kasih, Pak. Boleh saya keluar?” Wakil Pemda “Ya, silahkan.” Wakil Pabrikan “Ya, Syukur Paket. Selamat sore.” Wakil Pemda “Selamat sore.” Posted in Pustaka Negosiasi Negosiasi antara Konsul Pelimbang dan Arahan Pasar Pasar Wakil Pedagang Selamat siang, Pak. Pimpinan Pasar Selamat siang, Mas. Mari silakan duduk. Konsul Pedagang Sambut hadiah, Kemasan. Pimpinan Pasar Lepas sebelumnya, Ia siapa? Dan terserah keperluan apa? Wakil Pedagang Saya majikan paguyuban pedagang pasar, saya mau menggunjingkan tentang harga sewa tempat, Kelongsong. Pimpinan Pasar Oh, iya. Bagaimana, Mas? Wakil Pelimbang Semacam ini, Pak. Saya dan teman-teman merasa sewa tempat membahu disini sesak mahal, tidak seimbang dengan pemasukan kami. Arahan Pasar Lalu? Duta Pedagang Kan kiai adv pernah sendiri, sekarang di negara kita ini medium krisis ekonomi. Pimpinan Pasar Ya, saya adv pernah. Lantas? Duta Pedagang Hal itu berkapak puas pendapatan kami, Pak. Pimpinan Pasar Berkapak bagaimana maksudnya? Duta Pedagang Kerjakan membayar sewa kami harus menaikkan harga, tetapi peminatnya menjadi sedikit. Sehingga, pendapatan kami yang seharusnya naik malah berkurang. Pimpinan Pasar Lantas, Mas kepingin bagaimana? Duta Pedagang Paling tidak harga sewa boleh turun, Pak. Pimpinan Pasar Memangnya ingin turun berapa? Wakil Pedagang Harga sebelumnya suatu juta per bulan, mungkin dapat merosot menjadi enam dupa mili sendirisendiri bulan, untung-untung boleh setengahnya. Pimpinan Pasar Weh, kalau setengahnya tidak bisa, Mas. Bagaimana jikalau sembilan ratus ribu? Wakil Pedagang Itu setara saja, Kelongsong. Turunnya saja sedikit. Didikan Pasar Bagaimana dengan delapan dupa ribu? Konsul Pelimbang Tujuh ratus ribu bisa, Buntelan? Didikan Pasar Wah, bagaimana ya, masalahnya kita juga membutuhkan laba. Ya sudah, tujuh ratus lima puluh ribu bagaimana? Konsul Petualang Baik, saya akan membincangkan dengan teman-tara, Pak. Bimbingan Pasar Baiklah, nanti boleh mengabari saya makin lanjutnya. Semoga itu dapat mengendurkan bagasi. Wakil Pedagang Iya, Pak. Saya pamit dulu. Terima kasih. Arahan Pasar Iya, proporsional-proporsional. Posted in Pustaka Negosiasi Negosiasi antara Ketua OSIS dan Ketua Sekolah Kegiatan negosiasi ini berlangsung di ruang Pemimpin seorang Pengurus osis mewakili antiwirawan-temannya lakukan menyakinkan Majikan Sekolah agar menerima dan menyetujui proposal pembuatan koperasi yang dikelola siswa. Pengurus OSIS Selamat siang,Selongsong. Pejabat Sekolah Selamat duduk. Pengurus OSIS Songsong kasih, Selongsong. Penasihat Sekolah Ya, Ada teradat segala? Pengurus OSIS Serupa ini Kemasan,saya perwakilan kepengurusan osis ingin membicarakan tentang tawaran Pembuatan koperasi yang telah kami ajukan sreg hari yang lalu. Kepala Sekolah Oh iya,Jadi bagaimana rencananya? Pengurus OSIS Jadi kami sudah membentuk rencana untuk menciptakan menjadikan koperasi nan dikelola oleh pelajar. Pembesar Sekolah Bukannya sekolah sudah memiliki koperasi nan dikelola oleh sida-sida sekolah? Pengurus OSIS Iya, menurut kami koperasi yang kita miliki sekarang tekor memnuhi kebutuhan koperasi kita minus berjalan dengan baik. Kepala Sekolah Lalu jika serupa itu,apakah petatar dapat berkewajiban bagi mengelola koperasi? Pengurus OSIS Bisa Bungkusan. Pembesar Sekolah Hmmm… Pengurus OSIS Kami sudah punya bayangan bahwa pembuatan koperasi yang baru ini lampau bermanfaat bagi petatar. Kepala Sekolah Suntuk apakah tidak mengganggu penerimaan? Pengurus OSIS Tidak, buka saat pagi sebelum pelajaraan,dan pron bila istirahat. Kepala Sekolah Baiklah,apakah membutuhkan ruangan baru atau lama? Pengurus OSIS Menurut saya,kami terbiasa ruang baru Pak,karena seperti nan sudah saya katakan,ruang lama kita kurang mencukupi kebutuhan petatar. Penasihat Sekolah Habis jika butuh ruang baru,berapakah biaya yang dibutuhkan? Pengurus OSIS Sekitar Pak. Kepala Sekolah Apakah tak terlalu mahal?Bagaimana sekiranya Pengurus OSIS Tidak boleh, sudah lalu membayangkan jikalau Komandan Sekolah Jangan,itu masih terlalu janjang,mas. Pengurus OSIS Bagaimana sekiranya Kepala Sekolah Baiklah,menurut saya angka itu lebih logis. Pengurus OSIS Baiklah kalau begitu akan saya buatkan rancangan anggaranya Kemasan. Kepala Sekolah Baiklah,Segala ada pun yang perlu dibicarakan? Pengurus OSIS Enggak Pak,Bisa saya kembali ke kelas saat ini? Pembesar Sekolah Ya,silakan. Pengurus OSIS Terima kasih, siang. Majikan Sekolah Selamat siang. Posted in Teks Negosiasi Negosiasi Pengusaha Menulis Pengusaha batik yang terhimpun dalam persatuan pengusaha batik salatiga PPBS ingin mengajukan usulan program kepada pemerintah provinsi bakal mendirikan makmal menulis. B “Selamat pagi, Bu.” P “Selamat pagi juga, Bu. Suka-suka perlu apa Anda kemari?” B “Saya ketua persatuan pengusaha batik salatiga PPBS ingin mengajukan proposisi program kepada pemerintah daerah bikin mendirikan makmal batik.” P “Iya, tapi suka-suka sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.” B “Persyaratannya segala apa belaka, Bu?” P “Nan pertama harus ada prasaran.” B “Lepas, proposalnya berisi apa belaka ya, Bu?” P “Pendahuluan, isi, penutup, dan lampiran.” B “Itu cuma, Bu? Jika isi adapun segala apa saja, Bu?” P “Panjang usus dong, Bu! Ini baru mau saya jelaskan.” B “Oh baik, Bu silahkan dilanjutkan.” P “Berisi akan halnya rencana dana yang dibutuhkan, lokasi, dan segala apa macam gambar keperluan pendirian laboratorium menggambar ini.” B “Baik, Bu. Kemudian persyaratan selanjutnya barang apa, Bu ?” P “Kamu harus mengisi formulir pengusulan programa dan membayarnya.” B “Formulirnya dimana ya, Bu? Saya harus membayar berapa, Bu?” P “Ini, Bu. Ibu memadai membayar B “Oh iya, Bu. Untuk masalah bantuan dana bagaimana, Bu?” P “Ibu membutuhkan dana berapa?” B “Kurang lebih Rp600 juta.” P “Maaf itu terlalu besar. APBD Salatiga enggak boleh digunakan hanya cak bagi prinsip makmal ini, Bu.” B “Takdirnya Rp500 juta bagaimana, Bu?” P “Masih terlalu tingkatan, Bu.” B “Biaya laboratorium menggambar ini memang cukup tinggi, Bu. Bagaimana seandainya Rp450 juta?” P “Jika Rp400 juta sahaja apakah cukup, Bu? Sisanya persatuan Ibu haruslah membolongi dana.” B “Iya enggak apa, Bu. Terima anugerah atas bantuannya, Bu.” P “Iya, Bu. Proposalnya kami tunggu sampai ahad depan seharusnya bisa segera ditanda tangani Kiai Walikota.” B “Baik, Bu.” Keterangan B = Pengusaha batik P = Pegawai pemerintah kewedanan Posted in Referensi Negosiasi NEGOSIASI ANTARA PENGURUS OSIS DAN Pengarah SEKOLAH Pengurus OSIS Selamat pagi, Pak. Pejabat Sekolah Selamat pagi. Yuk, yuk duduk. Pengurus OSIS Songsong belas kasih, Paket. Komandan Sekolah Ya, sama sama. Ada teradat barang apa? Pengurus OSIS Apakah Bapak telah membaca usulan program yang telah kami ejekan? Kepala Sekolah Ya mutakadim. Bisakah Beliau jelaskan inti pecah usulan tersebut? Pengurus OSIS Intinya kami akan mendirikan koperasi sekolah yang dikeloala maka itu siswa sendiri. Bagaimana pendapat Kiai? Pembesar Sekolah Dulu, apa keuntungan didirikannya koperasi tersebut? Pengurus OSIS Karena dikelola maka itu peserta maka akan melatih tanggung jawab pelajar. Kepala Sekolah Jikalau dikelola oleh siswa apakah tidak mengganggu belajar siswa? Mendirikan koperasi juga akan menambah biaya pengeluaran sekolah. Pengurus OSIS Tidak, Kemasan. Koperasi tersebut akan dibuka setelah sepulang sekolah, jadi tidak akan mengganggu belajar peserta. Kepala Sekolah Saya tidak setuju karena itu boleh menggaggu belajar pelajar dan meninggi biaya pengeluaran sekolah. Pengurus OSIS Namun, itu dapat melatih siswa bertanggung jawab dan memanfaatkan waktu dengan baik. Selain itu pula dapat menambah uang saku murid, Kelongsong. Kepala Sekolah Saya tetap tidak semupakat. Melatih tanggung jawab dan memanfaatkan waktu dengan baik tak harus dengan mendirikan koperasi. Pengurus OSIS Tapi, kami juga membutuhkan koperasi karena kantin di sekolah enggak mencukupi bagi para siswa, Pak. Pembesar Sekolah Tapi, saya tetap tidak setuju. Tujuan siswa datang ke sekolah kerjakan belajar, lain cak bagi pergi ke kafetaria. Pengurus OSIS Kemarin kami telah melakukan survey dan para siswa setuju cak bagi didirikan koperasi nan dikelola siswa. Pengarah Sekolah Baiklah jika begitu. Saya akan diskusikan dahuhu hal ini dengan bagian kesiswaan. Pengurus OSIS Ya, terima kasih, Pak. Atasan Sekolah Saya akan beritahu keputusannya dalam beberapa hari ke depan. Pengurus OSIS Cak dapat kasih atas perhatiannya, Pak. Saya akan kembali ke papan bawah masa ini. Majikan Sekolah Ya, mari. Posted in Teks Negosiasi Navigasi pos Source Teks negosiasi adalah teks yang digunakan untuk bernegosiasi atau tawar menawar. Simak contoh teks negosiasi beserta strukturnya dalam berbagai situasi sehari-hari di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 ini! — Novi “Bu, mau beli minyak. Seliter berapa?” Penjual “Seliter sekarang Novi “Wah, kok lebih mahal, Bu, biasanya Penjual dalam hati “Minyak lagi susah, malah nawar. Ya, sudah, saja, Neng.” Novi “Kalau gitu saya beli 2 liter, Bu .” — Pasti kamu pernah kan berada di situasi di saat kamu harus membuat keputusan dengan lawan bicara untuk menemukan kata sepakat? Contohnya adalah percakapan antara Novi dan ibu penjual minyak goreng di atas. Nah, kegiatan tadi disebut dengan negosiasi. Nggak cuman itu, di kegiatan sehari-hari kamu juga pasti sering bernegosiasi atau melakukan tawar-menawar. Misalnya, saat kamu bernegosiasi dengan orang tua saat ingin pergi ke luar atau dengan guru saat harus mengumpulkan tugas. Sebenarnya, apa sih negosiasi itu? Lalu, seperti apa contoh dari teks negosiasi? Yuk, simak penjelasannya terkait pengertian, jenis-jenis, kaidah kebahasaan, dan unsur-unsur teks negosiasi berikut. Pengertian Teks Negosiasi Negosiasi menurut KBBI adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak kelompok atau organisasi dan pihak kelompok atau organisasi yang lain. Jadi, apa itu teks negosiasi? Teks negosiasi adalah teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang bersengketa atau mempunyai perbedaan kepentingan. Tujuan dari negosiasi adalah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain yang tidak dapat dipaksakan. Negosiasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak dalam melakukan transaksi atau perselisihan pendapat. Baca Juga Kumpulan Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya Jenis-Jenis Teks Negosiasi Teks negosiasi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi berdasarkan bentuknya, teks negosiasi berdasarkan situasi, dan teks negosiasi berdasarkan jumlah negosiator. Berikut masing-masing perbedaannya a. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan bentuknya, teks negosiasi dibedakan lagi menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi bentuk lisan, tulisan, dan campuran antara narasi dan dialog. 1. Bentuk Lisan Berupa dialog atau drama dan dikemas dalam pola penyajian lisan atau mengandung dialog. Contohnya dapat ditemui pada percakapan sehari-hari. Misalnya, percakapan antara penjual dan pembeli di pasar. 2. Bentuk Gabungan antara Narasi dan Dialog Berupa cerpen yang mengandung negosiasi antartokoh di dalamnya. 3. Bentuk Tulisan Berupa surat penawaran kerja sama, surat penawaran barang, atau surat permintaan barang. Baca Juga Yuk, Pahami Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri & Contoh Teks Biografi! b. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Situasi Sementara itu, berdasarkan situasinya, teks negosiasi dibedakan menjadi negosiasi formal dan nonformal. Apa sih bedanya? 1. Negosiasi Formal Kegiatan negosiasi yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan dengan menempuh jalur hukum. Contohnya adalah kegiatan negosiasi yang dilakukan seorang pengacara di pengadilan. 2. Negosiasi Nonformal Jenis negosiasi yang dapat dilakukan di mana saja tanpa memerlukan jalur hukum. Contohnya adalah negosiasi yang dilakukan antara pembeli dan pedagang. c. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator Kalau berdasarkan jumlah negosiatornya, teks negosiasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu negosiasi dengan pihak penengah dan tanpa pihak penengah. 1. Negosiasi dengan Pihak Penengah Biasanya dilakukan oleh dua atau lebih pihak negosiator sehingga setiap keputusan dan proses negosiasi akan memerlukan pihak penengah yang sifatnya netral. Contohnya adalah negosiasi di pengadilan yang ditengahi oleh hakim. 2. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah Dilakukan tanpa pihak penengah dan umumnya terjalin antara dua pihak saja. Biasanya, kepentingan yang dinegosiasikan tidak berkaitan dengan orang banyak dan terjadi di kehidupan sehari-hari sehingga tidak perlu melewati jalur hukum. Struktur Teks Negosiasi Lalu, bagaimana struktur teks negosiasi, ya? Saat kamu ingin membuat jenis teks ini, penting sekali untuk memahami strukturnya, ya. Struktur teks negosiasi terbagi menjadi 4 bagian, yakni orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan. Berikut masing-masing penjelasannya Orientasi, pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi, biasanya berupa salam atau sapa. Pengajuan, bagian yang menyatakan permintaan atau mengemukakan permasalahan yang dihadapi dan ingin diselesaikan. Penawaran, puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar-menawar antara pihak satu dengan pihak lain untuk mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Persetujuan, kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak. Baca Juga Kumpulan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya Contoh Teks Negosiasi Nah, setelah memahami pengertian, jenis, dan strukturnya, sekarang kita langsung lihat contoh teks negosiasi singkat berikut ini, yuk! 1. Contoh Teks Negosiasi Bertema Perdagangan Pembeli “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?” Penjual “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.” Pembeli “Boleh kurang kan, Bang?” Penjual “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lo, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.” Pembeli “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. saja, ya?” Penjual “Belum boleh, Bu. ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.” Pembeli “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, ya Bang?” Penjual “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.” Pembeli “Iya, Bang, yang penting saya dapat mangga yang bagus.” Penjual “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.” Pembeli “Baiklah, saya ambil 3 kilo, ya, Bang.” Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya. 2. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi HP Baru Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal. Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP. “Yah, Rani benar-benar perlu HP. Belikan, ya, Yah?” tanya Rani pada ayahnya. “Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,” kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja. “Tapi, Yah … semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orang tuanya saat terpaksa pulang telat.” “Lah, kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata Ayah lagi. Rani hampir saja menangis. “Tak hanya itu, Yah … Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu ayahnya. Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut. “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?” Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya. “Iya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup Facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak, bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.” “Hm … Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal …, ” Ayah seakan sengaja menggoda Rani. “Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar. “Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.” “Rani janji, Yah. Makasih, ya, Ayah,” janji Rani sambil memeluk ayahnya. Baca Juga Kumpulan Contoh Teks Eksposisi, Struktur & Kaidah Kebahasaannya 3. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah Terima Kasih, Bu Mia Kamis pagi usai pelajaran olahraga, Bu Mia, guru Kimia, masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion. Sebenarnya, hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani. “Dan … minta Bu Mia menunda ulangan, dong. Capek, nih,” kata Ali. “Waduh, aku gak berani,” jawab Dani “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani. “Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia. “Beres. Kamu kan ketua kelas.” Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran. “Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk. “Iya. Ada apa?” “Begini, Bu, saya mewakili teman-teman ingin meminta maaf karena teman-teman belum selesai ganti baju. “ “Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia. “Iya, Bu. Sekali lagi maafkan kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion dua kali.” “Oh, kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” Suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju. “Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.” “Ya, sudah. Kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia, mengagetkan Mia dan teman-teman. “Makasih, Bu,” kata Lia. “Eit … tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain dan masuk kelas lagi tepat pukul WIB.” “Iya, Bu. Makasih.” Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia. 4. Contoh Teks Negosiasi Bertema Pendidikan Ayah “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.” Anak “Ada apa, Yah?” Ayah “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?” Anak “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.” Ayah “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.” Anak “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.” Ayah “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!” Anak “Waduh, Ayah gimana, sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.” Ayah “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?” Anak “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.” Ayah “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.” Anak “Iya, yah.” 5. Contoh Teks Negosiasi Bertema Lingkungan Sudah tiga tahun lebih warga Dusun Sejahtera berjuang untuk menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Perjuangan panjang tersebut bermula ketika sebuah perusahaan properti mulai membangun hotel di kawasan sumber mata air tersebut. Sumber air Panguripan menjadi tumpuan hidup tidak hanya bagi enam ribu warga Desa Sejahtera, tetapi juga bagi puluhan ribu warga desa sekitarnya. Sumber air Panguripan menjadi penyedia air bersih untuk dikonsumsi sekaligus untuk memenuhi pengairan sawah bagi puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan mati. Meskipun beberapa kali didemo warga, pihak pengembang tetap bersikukuh melanjutkan pembangunannya. Akhirnya, Pak Lurah membentuk tim yang akan mewakili warga untuk menuntut pengembang hotel PT Mulya Jaya agar menghentikan pembangunan hotel tersebut. Tim penyelamat Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya. Edy “Silakan duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya tahu Bapak dan Ibu ini berasal dari mana?“ Kepala Desa “Saya Arifin, Pak. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Suci, sekretaris desa, dan satu lagi Pak Rahmat, salah satu tokoh masyarakat yang ditunjuk oleh mewakili warga desa kami.” Edy “Terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama.” Edy “Begini, Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tetap melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian sumber air Panguripan. Jadi, ada masalah apa lagi?” Warga I “Bagaimana mungkin kelestarian sumber airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas mata air tersebut pasti akan mematikan mata airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan menuntut ditebangnya pepohonan di sana, daerah resapan air akan berkurang. Hal ini mengancam kelestarian mata air kami.” Warga II “Sekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami tidak akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa pun di atas sumber mata air, sumber penghidupan kami itu!” Kepala Desa “Sabar dulu, Pak Rahmat. Sambil memegang pundak Pak rahmat. Benar, Pak, kami belum pernah menyetujui dan tidak akan pernah menyetujui kesepakatan itu, Pak. Bagi kami, sumber mata air Panguripan adalah gantungan kehidupan kami. Tak hanya untuk makan dan minum, sawah kami juga membutuhkan air.” Warga II “Kami selamanya akan terus menolak pembangunan hotel tersebut! Bahkan, kami akan bertindak lebih keras bila tuntutan kami tidak segera dipenuhi!“ Edy “Bapak dan Ibu jangan khawatir. Sebenarnya, Wali Kota sudah mengeluarkan surat perintah penghentian pembangunan hotel.” Warga I “Kalau begitu tunggu apalagi?” Edy “Masalahnya, saya masih mencari lahan pengganti. Bagaimanapun saya tidak mau kehilangan kesempatan bisnis di kota ini.” Kepala desa “Bila benar demikian, sebagai kepala desa, saya akan membantu Bapak menemukan lahan baru yang tidak terlalu jauh dari sumber Panguripan.” Edy “Kalau memang Pak Lurah bisa mengusahakannya, saya akan sangat berterima kasih. Hari ini juga saya akan memerintahkan anak buah saya untuk menghentikan pembangunan hotelnya.” Kepala Desa “Terima kasih atas kerja sama ini.“ Edy “Saya juga berterima kasih karena Pak Lurah berhasil menghentikan demo warga.” “Terima kasih, Pak.” Baca Juga Mengenal Hikayat Pengertian, Nilai-nilai, dan Karakteristiknya 6. Contoh Teks Negosiasi Bertema Sosial Calon penghuni kost “Setelah saya lihat-lihat kamarnya, saya rasa cocok, Bu.” Ibu kost “Baik, jadi harga per bulannya satu juta rupiah dan minimal sewanya tiga bulan.” Calon penghuni kost “Kalau sewa satu bulan dulu apa tidak boleh, Bu?” Ibu kost “Wah, belum bisa tuh, Mbak. Aturan memang sudah seperti itu.” Calon penghuni kost “Saya berniat bersama dua teman saya mau pindah ke kost ini, Bu. Tapi kalau ternyata tidak bisa per bulan sewanya ya tidak jadi.” Ibu kost “Begini saja, sewa pertama langsung tiga bulan. Nanti setelah itu baru boleh per bulan bayar sewanya. Bagaimana?” Calon penghuni kost “Sejujurnya saya sudah sangat cocok dengan kost ini dan semua fasilitasnya. Tapi agaknya berat kalau langsung tiga bulan, Bu. Kan saya juga bawa dua teman saya lainnya. Pasti akan lebih menguntungkan Ibu, hehe.” hening sebentar Ibu kost “Yasudah begini saja. Saya beri penawaran boleh bayar sewanya boleh dua bulan dulu. Kalau satu bulan belum boleh karena waktunya terlalu sebentar. Kalau untuk penghuni lain belum boleh loh, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya perbolehkan. Bagaimana?” Calon penghuni kost “Boleh deh, Bu. Dua bulan tidak apa-apa.” Ibu kost “Berarti deal, ya?” Calon penghuni kost “Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.” Ibu kost “Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.” Calon penghuni kost “Iya, Bu. Terima kasih.” 7. Contoh Teks Negosiasi antar Teman Rani “Rin, kayaknya uang aku masih di kamu seratus ribu, yah? Boleh aku minta nggak?” Rina “Iya, Ran. Aku masih punya hutang ke kamu seratus ribu. Tapi kalau sekarang aku belum bisa ganti.” Rani “Terus kamu bisanya ganti kapan? Aku mau beli cat lukis, Rin. Cat lukisku ada beberapa yang habis.” Rina “Mungkin aku baru bisa kembaliin minggu depan. Kalau sekarang aku baru ada setengahnya, Ran. Lima puluh ribu aja.” Rani “Yah, kalau segitu cuma bisa buat beli tiga warna aja, Rin. Padahal cat aku yang habis ada sekitar tujuh warna.” Rina “Memangnya warna apa aja yang habis? Mungkin kamu bisa pakai punyaku dulu kalau memang lagi butuh banget.” Rani “Warna ungu, kuning, tosca, coklat tua, oren wortel, merah, sama biru laut. Memang kamu ada?” Rina “Tunggu sebentar.” Rina mengeluarkan beberapa cat miliknya dari tas. Rina “Aku ada warna ungu masih utuh, kamu beli aja potong hutang, hehe. Terus warna merah sama biru juga masih ada setengah. Kamu pakai aja. Tapi, aku ganti uangnya minggu depan, ya?” Rani “Beneran nggak apa-apa aku pakai dulu?” Rina “Iya, Ran. Pakai aja.” Rani “Gini aja deh. Ini warna ungu yang utuh aku beli.” Rina “Warna lainnya tadi, kamu pakai aja tidak apa-apa. Karena cuma setengah, jadi nggak usah diganti.” Rani “Yaudah deh. Kalau gitu minggu depan kamu kembaliin uangku tujuh puluh ribu aja.” Rina “Oke siap!” 8. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Sepatu Penjual “Halo, kak. Ada yang bisa saya bantu?” Pembeli “Iya, ada, kak. Saya mau membeli sneakers model ini, ukuran 40, warna putih, kak. Apa stoknya masih ada?” Penjual “Oke, sebentar ya, kak. Saya bantu cari barangnya.” — Penjual “Permisi, kak. Kebetulan untuk stok sepatu warna putih ukuran 40 nya kosong. Kalau kakak mau, untuk ukuran 40, kita ada stok warna hitam dan cream.” Pembeli “Mmm… Boleh saya lihat warna creamnya, kak?” Penjual “Boleeeh. Sebentar, saya ambilkan ya, kak.” — Penjual “Ini kak warna creamnya.” Pembeli “Warnanya lebih lucu, ya. Ya sudah kak, saya ambil yang warna ini saja. Kalau boleh tahu, harganya berapa ya, kak?” Penjual “350 ribu, kak. Tapi, kita lagi ada diskon 20% untuk model ini.” Pembeli “Waaahh, kalau begitu, boleh kak.” Penjual “Baik, kak. Saya buatkan notanya ya. Untuk pembayarannya bisa di kasier nomor 1.” Pembeli “Terima kasih, kak.” Penjual “Sama-sama.” 9. Contoh Teks Negosiasi Penawaran Produk Penjual “Selamat siang, pak. Saya ingin menawarkan produk kami kepada Anda.” Calon pembeli “Siang. Produk apa ya, mbak?” Penjual “Produk kami adalah cairan pembersih lantai yang efisien menghilangkan jamur dan kerak membandel. Cairan ini bisa dipakai untuk membersihkan lantai kamar mandi, dapur, maupun area berbahan keramik yang banyak keraknya, pak. Ada harga spesial juga untuk pelanggan baru sebesar 75 ribu, gratis sikat pembersihnya juga.” Calon pembeli “Satu botol ini, isi berapa mili, mbak? Apa ada diskon tambahan juga jika saya membeli lebih dari satu?” Penjual “Per botolnya isi 850 ml, pak. Kami bisa memberikan diskon tambahan sebesar 10% jika Bapak membeli lebih dari 3 botol.” Calon pembeli “Baik, saya coba beli 1 botol dulu ya, mbak. Nanti kalau terbukti ampuh, saya akan beli lagi.” Penjual “Baik, terima kasih, pak.” Calon Pembeli “Sama-sama, mbak.” 10. Contoh Teks Negosiasi Liburan Keluarga Ayah “Bagaimana bu rencana liburan kita ke Puncak? Apakah anak-anak setuju?” Ibu “Ibu sudah bicara ke anak-anak, yah. Cuma kakak usul liburannya diganti ke pantai saja. Soalnya kita sudah sering liburan ke puncak. Tapi, adik minta jalan-jalan ke taman bermain.” Ayah “Aduh, bagaimana ya? Dua-duanya minta jalan-jalan ke tempat yang berbeda. Ayah jadi bingung.” Ibu “Hmm… Begini saja yah, bagaimana kalau kita cari lokasi taman bermain yang dekat pantai.” Ayah “Betul juga, bu. Kalau kita liburan ke Dufan bagaimana? Lokasinya lumayan dekat dengan pantai Ancol.” Ibu “Boleh, yah. Coba nanti ibu sampaikan ke anak-anak ya, mereka setuju atau tidak.” Ayah “Oke, bu.” 11. Contoh Teks Negosiasi 3 Orang Shasa “Hari ini kita jadi kerja kelompok di mana, gais?” Hani “Di rumahku saja bagaimana? Kebetulan rumahku nggak jauh dari sekolah. Jadi, pulang sekolah nanti bisa langsung mengerjakan tugas.” Nanda “Boleh, Han. Tapi, aku nggak bisa lama-lama. Karena jam 5 aku ada les Bahasa Inggris.” Shasa “Ya sudah, kalau begitu, kita bagi-bagi tugas saja. Jadi, pengerjaannya jauh lebih cepat.” Hani “Ide yang bagus, tuh!” Shasa “Karena tema makalahnya sudah dibagikan sama bu guru, kita tinggal susun bab pendahuluan, isi dan penutupnya saja.” Nanda “Aku bagian pendahuluan deh. Jadi, kalau waktunya mepet, aku izin pulang duluan ya, gais. Nggak masalah, kan?” Hani “Boleh. Shasa mau bagian apa? Isi atau penutup?” Shasa “Hmm… Aku bagian isi nggak papa, Han. Nanti kamu bagian penutup sekaligus edit dan print makalahnya ya?” Hani “Oke, nggak masalah kalau itu.” Nanda “Oke, sampai bertemu pulang sekolah nanti, ya!” Hani “Siap!” 12. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang Pada suatu siang, murid-murid kelas 10 IPA 1 diminta membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang untuk mempresentasikan materi yang diberikan ibu guru. Intan, Yonas, Jeffry, dan Made tergabung dalam satu kelompok dan langsung berdiskusi. Intan “Hai, senang bisa satu kelompok dengan kalian. Jadi, bagaimana kita mau mengerjakan tugas ini?” Jeffry “Halo juga semuanya. Kebetulan kelompok kita diminta untuk membuat booklet untuk ditampilkan di pameran literasi pekan depan, nih.” Yonas “Hmm… kurang lebih kita punya waktu satu minggu. Kita perlu membagi tugasnya supaya booklet-nya cepat selesai.” Made “Bagaimana kalau 1 orang menyusun materi, 2 orang mendesain booklet, dan 1 orang mengedit materi?” Jeffry “Saran aku sih, sebaiknya 2 orang saja yang menyusun materi. Karena kalau cuma 1 orang, bebannya jauh lebih berat, dibanding yang tugasnya hanya edit materi. Nanti, mereka bisa saling mengedit materi bersama.” Intan “Yap! Aku setuju. Kalau sendirian pasti juga bakal lama karena butuh riset-riset juga.” Made “Oke, siapa yang mau menyusun materi dan mendesain booklet? Kalau aku pribadi, aku nggak bisa mendesain, jadi aku mau menyusun materi saja. Hehehe…” Intan “Aku mau menyusun materi juga bareng Made.” Jeffry “Eh, aku nggak bisa desain booklet.” Intan “Tenang, Yonas kan jago ilustrasi dan desain. Nanti bisa saling membantu kalian.” Yonas “Iya, Jeff. Santai…” Jeffry “Oh ya? Baiklah, mohon bantuannya ya Nas saat mengerjakan desain. Aku masih newbie. Hehehe” Yonas “Tenang saja, nggak perlu khawatir. Kita semua akan saling membantu kalau ada yang kesulitan. Tinggal berkabar saja.” Jeffry “Oke.” Intan “Oke deh! Tugas-tugasnya sudah bisa dicicil dari sekarang ya, gais. Made, ayo kita riset-riset materinya terlebih dahulu.” Made “Ayo, kami berdua ke perpus dulu ya. Sampai ketemu lagi!” Intan dan Made bergegas menuju perpustakaan untuk mencari referensi materi. Sedangkan Jeffry dan Yonas memutuskan untuk berdiskusi menentukan tema booklet yang sesuai dengan materi. 13. Contoh Teks Negosiasi Berbentuk Pengajuan Kerja Sama Selamat siang, Bapak/Ibu. Kami dari PT. Suka Maju, bermaksud untuk menawarakan kerja sama dengan Bapak/Ibu untuk menjadi distributor produk-produk kami yang berupa Produk Kesehatan Obat & Vitamin. Apabila Bapak/Ibu bersedia untuk menjadi distributor resmi produk perusahaan kami, maka kami akan memberikan kompensasi yang sebanding kepada Bapak/Ibu. Untuk bentuk mekanisme kerja samanya, kami dapat jelaskan lebih lanjut apabila Bapak/Ibu tertarik dengan tawaran yang kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. 14. Contoh Teks Negosiasi Tentang Menghemat Air Di suatu sore, Pak Anton sedang memanggil Rudi, seorang tukang pipa air untuk memperbaiki wastafelnya yang sering bocor. Pak Anton merasa penggunaan air di rumahnya sangat boros dan ingin meminta saran dari tukang pipa air. Pak Anton Terima kasih sudah memperbaiki pipa wastafelnya ya, Mas. Rudi Siap, Pak. Sama-sama. Pak Anton Oh iya, Rud, saya mau tanya. Kok akhir-akhir ini saya merasa penggunaan air di rumah boros banget ya. Pengen gitu bisa hemat air. Selain dalam rangka menjaga lingkungan juga biar lebih hemat biaya. Kamu ada saran nggak Rud? Rudi Oh, ini aja, Pak. Pak Anton bisa mengganti peralatan yang lebih hemat air, seperti shower dan keran yang dilengkapi dengan teknologi air saving. Pak Anton Hmm, menarik. Kamu bisa kasih rekomendasi peralatan apa yang paling efektif? Rudi Ada beberapa merek dan tipe yang bisa saya rekomendasikan, tapi saya menyarankan bapak untuk memilih peralatan yang memiliki label WaterSense atau produk yang telah teruji efektivitasnya dalam menghemat air. Kebetulan saya jual, Pak, hehe. Pak Anton Wah, pasti mahal tuh, Rud. Kalau beli di kamu bisa minta kurang, nggak? hehe. Rudi Gini aja, Pak. Buat bapak saya kasih harga paket sekalian sama sensor air buat kamar mandi dan toilet. Jadi, sensor ini bisa menghentikan aliran air secara otomatis ketika tidak diperlukan. Pak Anton Wah, jadi makin mahal dong, Rud. Nggak dulu deh. Rudi Saya kasih tau nih, ya, Pak. Kalau bapak beli sepaket sekarang, misi bapak menyelamatkan lingkungan semakin cepat terlaksana. Emang sih, awalnya emang butuh modal agak banyak. Tapi, kalau dihitung-hitung buat pengeluaran biaya air nantinya juga semakin hemat, Pak. Beneran deh. Pak Anton diam, berpikir beberapa saat. Rudi Jadi, gimana, pak? Pak Anton Hmm, boleh deh, Rud. Saya mau beli yang paket itu aja deh di kamu. Tapi tunggu nanti saya gajian ya. Rudi Besok saya anterin sekaligus pasangin dulu, pak. Masalah bayar nanti aja pas Pak Anton gajian. Gampanglaah. Pak Anton Wah, okedeh kalau begitu, Rud. Terima kasih, ya. 15. Contoh Teks Negosiasi Tentang Layanan Restoran di Kereta Api Pihak A Perusahaan Kereta Api Pihak B Penyedia Layanan Restoran Pihak A Selamat pagi, saya dari Perusahaan Kereta Api. Kami ingin membicarakan tentang kerja sama dengan layanan restoran di kereta kami. Pihak B Selamat pagi juga. Tentu, saya senang bisa membantu. Apa yang bisa saya bantu? Pihak A Kami ingin meningkatkan kualitas layanan di kereta kami dan menawarkan pengalaman makan yang lebih baik bagi pelanggan kami. Apakah Anda tertarik untuk bekerja sama dengan kami sebagai penyedia layanan restoran di kereta kami? Pihak B Tentu, kami tertarik. Apa yang Anda harapkan dari kerja sama ini? Pihak A Kami berharap Anda bisa menyediakan menu yang variatif dan berkualitas, serta menyajikan makanan dengan waktu yang tepat dan kualitas yang baik. Kami juga ingin mengetahui harga yang Anda tawarkan. Pihak B Baik, kami siap menyediakan menu yang variatif dan berkualitas sesuai dengan permintaan Anda. Kami juga akan memastikan makanan disajikan dengan waktu yang tepat dan kualitas yang baik. Adapun harga, kami bisa memberikan diskon khusus untuk kerja sama jangka panjang. Pihak A Baiklah, terima kasih atas penawaran Anda. Namun, kami juga ingin memastikan bahwa Anda memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang baik dalam menyajikan makanan. Bagaimana Anda menjamin hal tersebut? Pihak B Kami memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang tinggi dalam menyajikan makanan. Selain itu, kami juga akan memastikan bahwa staf kami memiliki sertifikasi kebersihan dan sanitasi yang diperlukan. Pihak A Baiklah, kami menghargai upaya Anda untuk memastikan kebersihan dan sanitasi. Kami akan segera membicarakan lagi mengenai detail kerja sama dan biaya yang akan dikeluarkan. Terima kasih atas waktu dan kerjasamanya. Pihak B Sama-sama, terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami siap untuk bekerja sama dengan Anda. 16. Contoh Teks Negosiasi Tentang Kenaikan Gaji Karyawan “Permisi Pak, saya ingin membicarakan kenaikan gaji saya. Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama dua tahun dan merasa telah memberikan kontribusi yang baik.” Atasan “Ya, tentu saja. Saya tahu bahwa Anda sudah bekerja keras. Namun, perlu diingat bahwa saat ini kondisi perusahaan sedang sulit karena pandemi Covid-19.” Karyawan “Saya memahami hal tersebut. Namun, saya merasa bahwa saya layak mendapatkan kenaikan gaji karena telah memberikan hasil kerja yang memuaskan dan bahkan membantu perusahaan dalam mengatasi beberapa masalah.” Atasan “Baiklah, silakan sampaikan permintaan kenaikan gaji Anda.” Karyawan “Saya ingin meminta kenaikan gaji sebesar 15 persen dari gaji saat ini. Saya yakin bahwa kenaikan ini sebanding dengan kontribusi dan kinerja saya di perusahaan ini.” Atasan “15 persen cukup tinggi. Bisakah Anda memberikan alasan yang lebih spesifik?” Karyawan “Saya telah menyelesaikan beberapa proyek penting dengan waktu yang cepat dan hasil yang memuaskan. Saya juga telah memberikan ide-ide yang inovatif dan membantu dalam meningkatkan kualitas produk kami. Selain itu, saya juga telah mendapatkan beberapa sertifikasi dan pelatihan yang relevan dengan pekerjaan saya.” Atasan “Saya menghargai kontribusi Anda dan akan mempertimbangkan permintaan kenaikan gaji Anda. Namun, bisakah kita mengupayakan untuk melakukan negosiasi?” Karyawan “Tentu saja Pak, saya terbuka untuk melakukan negosiasi. Bagaimana menurut Pak?” Atasan “Bagaimana jika saya memberikan kenaikan gaji sebesar 10 persen terlebih dahulu, dan kemudian kita mengevaluasi kembali performa Anda dalam beberapa bulan ke depan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut?” Karyawan “Saya rasa itu bisa menjadi solusi yang baik, Pak. Terima kasih sudah mempertimbangkan permintaan saya.” Atasan “Baiklah, kita bisa memulai kenaikan gaji sebesar 10 persen dari gaji saat ini, dan kita akan mengevaluasi kembali performa Anda dalam tiga bulan ke depan. Jika performa Anda tetap konsisten dan memuaskan, kita bisa mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut.” Karyawan “Saya setuju dengan penawaran ini, Pak. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ini.” 17. Contoh Teks Negosiasi Tentang Memilih Sekolah Anak “Ayah, aku pengen masuk ke sekolah internasional di Jakarta.” Ayah “Hmm, itu ide yang bagus. Tapi, Dek, sekolah internasional pasti memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah lokal di sini.” Anak “Iya sih, Pa. tapi aku pengen dapet pendidikan yang lebih baik dan belajar bahasa Inggris dengan lebih baik.” Ayah “Ayah juga ingin memberikan yang terbaik buat Adek, tapi kita juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga.” Anak “Aku mengerti, Ayah. Aku juga sudah mencari informasi dan ternyata ada beasiswa yang bisa aku dapatkan.” Ayah “Wah, bagus! Coba dong kamu jelasin tentang beasiswanya gimana.” Anak “Ini informasinya, Yah. Aku bisa mencoba untuk mendaftar dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan beasiswa.” Ayah “Terima kasih sudah mencari informasi ini, Nak. Namun, selain biaya, kita juga harus mempertimbangkan jarak dari rumah kita ke sekolah internasional tersebut.” Anak “Aku juga sudah mencari informasi tentang transportasi, Yah. Nanti aku bisa naik bus sekolah yang akan mengantar dan menjemput setiap hari.” Ayah “Baiklah, kalau begitu Ayah bersedia untuk mempertimbangkan pilihan sekolah internasional tersebut. Namun, kita juga harus mencari informasi tentang sekolah lokal di sini untuk membandingkan kualitas pendidikan dan biaya yang dibutuhkan.” Anak “Aku setuju, Ayah. Kita harus mempertimbangkan semua faktor dengan baik dan membuat keputusan yang terbaik untuk masa depan.” Ayah “Benar, Dek. Kita akan mencari informasi dengan lebih teliti dan membicarakan hal ini lagi nanti. Terima kasih sudah membicarakan hal ini dengan baik bersama Ayah.” 18. Contoh Teks Negosiasi Tentang Memilih Tempat Makan Ani “Kamu pengen makan di mana, Ina. Mau warteg kaya biasanya atau cari yang mahalan dikit?” Ina “Abis gajian nih, skuy lah makan enak.” Ani “Yaudah oke setuju!” Ina “Hmm tapi aku bingung mau makan di mana. Kamu punya saran?” Ani “Gimana kalau di restoran Italia yang baru buka dekat sini? Aku dengar makanannya enak.” Ina “Hmm, itu terdengar menarik. Tapi nih ya, aku juga pengen nyobain restoran Jepang yang pernah direkomendasikan oleh teman-teman.” Ani “Baiklah, itu juga ide yang bagus. Tapi, restoran Jepangnya agak jauh dari sini dan aku takut kita kesulitan mencari tempat parkir.” Ina “Emang kamu udah coba reservasi untuk restoran Italia tadi?” Ani “Belum, aku coba sekarang, ya. Tapi mungkin kita perlu pergi lebih awal untuk menghindari antrian panjang.” Ina “Baiklah, itu tidak masalah. Kalau ternyata restoran Italianya penuh, mungkin kita bisa mencoba restoran Jepang yang terdekat saja.” Ani “Sepakat, itu ide yang bagus. Eh, tapi kita juga harus mempertimbangkan budget kita untuk makan malam hari ini.” Ina “Aku udah siapin budget yang cukup untuk makan malam hari ini. Nanti kalau restorannya terlalu mahal, kita bisa mencari restoran alternatif.” Ani “Sudah kita tentukan, jadi kita akan mencoba restoran Italia dan jika ternyata penuh, kita bisa mencari restoran Jepang terdekat. Gimana menurutmu?” Ina “Oke setuju. Mari kita segera mencoba reservasi untuk restoran Italia dan siap-siap pergi.” 19. Contoh Teks Negosiasi Tentang Perayaan Ulang Tahun di Kebun Binatang Bela “Mama, sebentar lagi aku ulang tahun. Boleh nggak aku merayakannya di kebun binatang?” Mama “Hmm, itu terdengar seperti ide yang menyenangkan. Namun, kebun binatang seringkali ramai dan berisik. Apa kamu yakin ingin merayakan ulang tahunmu di sana?” Bela “Ya, mama. Aku pengen banget mengadakan pesta ulang tahunku di kebun binatang. Aku juga ingin mengajak teman-temanku melihat hewan-hewan yang lucu di sana.” Mama “Tapi mama agak khawatir kalau mengganggu binatang di sana.” Bela “Aku janji nggak akan ganggu, Ma. Acaranya kecil-kecilan aja.” Mama “Baiklah, tetapi kita harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, kita perlu memastikan bahwa kita sudah melakukan reservasi terlebih dahulu. Kedua, kita harus membawa makanan dan minuman yang cukup untuk seluruh tamu kita.” Bela “Tentu, mama. Aku sudah memikirkannya. Aku akan bertanggung jawab untuk membuat reservasi dan menyediakan makanan dan minuman untuk semua tamu.” Mama “Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa tamu kita tahu persis tempat bertemu dan waktu yang tepat. Bagaimana kalau kamu membuat undangan resmi untuk mengirimkan kepada semua temanmu?” Bela “Boleh ide itu, mama. Aku akan segera membuat undangan resmi untuk mengirimkan kepada teman-temanku.” Mama “Jadi, kamu yakin ingin merayakan ulang tahunmu di kebun binatang, Bela?” Bela “Ya, mama. Aku sangat yakin dan bersemangat untuk merayakan ulang tahunku di sana.” Mama “Baiklah, kamu bisa melakukannya. Aku akan membantumu mempersiapkan semuanya dan pastikan semuanya berjalan dengan lancar.” 20. Contoh Teks Negosiasi Tentang Jual Beli Kayu Pembeli Halo, saya tertarik dengan kayu yang Bapak jual. Apa jenis kayunya dan berapa harganya? Penjual Kami menjual kayu jati dan kayu meranti. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan kualitasnya. Apa yang Mas butuhkan? Pembeli Saya membutuhkan kayu meranti ukuran 2×4 dengan kualitas baik. Biasanya harga berapa, Pak? Penjual Kayu meranti 2 x 4 dengan kualitas standar sekitar 2 juta per meter kubik. Pembeli Wah, agak lumayan ya. Kalau saya mau beli dalam jumlah besar apakah ada diskon, Pak? Penjual Tentu saja! Kalau pembelian dalam jumlah besar, kami bisa memberikan diskon 10% dari harga awal. Bagaimana, apakah Mas berminat untuk membeli kayu meranti dari kami? Pembeli Baiklah, saya setuju dengan harga yang Bapak tawarkan. Saya akan memesan 10 meter kubik kayu meranti ukuran 2×4 dengan kualitas standar. Penjual Baik, terima kasih telah memilih kami sebagai pemasok kayu Mas. Kami akan segera mengirimkan kayu meranti yang Mas pesan dalam waktu 3 hari. Silahkan transfer uangnya ke rekening kami setelah barang diterima ya! Pembeli Terima kasih juga untuk pelayanannya yang ramah dan profesional. Saya sangat senang bisa berbisnis dengan Bapak. Sampai jumpa! Penjual Sampai jumpa dan terima kasih atas kepercayaannya. — Oke, itulah kumpulan contoh teks negosiasi beserta jenis, struktur, dan dalam berbagai macam situasi di kehidupan sehari-hari. Semoga contoh teks di atas, dapat menjadi referensi kamu dalam membuat teks negosiasi, ya. Nah, kalau kamu mau belajar teks negosiasi lebih lanjut dan melihat contoh-contohnya lebih banyak lagi dengan bantuan visual? Yuk, langsung buka ruangbelajar! Referensi Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. 2016. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. Artikel ini telah diperbarui pada 24 Februari 2023. Pada artikel Bahasa Indonesia kelas 10 ini, kamu akan belajar mengenai teks negosiasi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, contoh, hingga cara membuat teks negosiasi. Yuk, belajar bersama! — Kamu pernah pergi ke toko alat-alat musik? Ada banyak banget alat musik yang dijual di sana. Mulai dari gitar, piano, bass, hingga drum. Sayangnya, alat-alat musik biasanya harganya mahal guys, jadi ketika membeli alat musik di toko musik, nggak jarang kita akan melakukan tawar-menawar harga dengan penjualnya. Selain di toko musik, tawar-menawar juga sering terjadi di pasar tradisional. Siapa yang suka nemenin ibu ke pasar tradisional? Kira-kira skill tawar-menawar kamu udah sejago ibumu nggak, tuh? Hayoo, siapa yang pernah kaya gini waktu negosiasi? Sumber Saat kita melakukan tawar-menawar harga dalam proses jual beli barang, tandanya kita sedang melakukan yang namanya negosiasi. Nah, dalam materi Bahasa Indonesia kali ini, kita akan membahas tentang teks negosiasi. Ada yang sudah tahu, apa yang dimaksud dengan teks negosiasi? Pengertian Negosiasi Menurut para Ahli Oke, sebelum kamu tahu apa itu teks negosiasi, kita pahami dulu, maksud dari negosiasi itu sendiri, ya. Pengertian negosiasi diungkapkan oleh beberapa ahli, seperti di bawah ini Menurut Mulyadi 2016147, negosiasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris, to negotiate, to be negotiating yang artinya merundingkan, membicarakan kemungkinan tentang suatu kondisi, dan atau menawar’. Sedangkan menurut Robbins 2003, negosiasi adalah suatu proses yang didalamnya ada dua atau lebih pihak yang sedang bertukar barang dan jasa, serta berupaya menyepakati kerjasama tersebut. Menurut Jackman 2005, negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan. Oliver dalam Purwanto, 2006 menambahkan, negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak mempunyai hak atas hasil akhir. Untuk itu, diperlukan persetujuan dari kedua belah pihak, sehingga terjadi proses yang saling memberi dan menerima sesuatu untuk mencapai kesepakatan bersama. Dari pengertian negosiasi menurut para ahli di atas, kita bisa simpulkan kalau negosiasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang memiliki kepentingan berbeda, namun menginginkan tujuan yang sama dengan adanya kesepakatan. Baca Juga Teks Biografi Pengertian, Struktur, Ciri, dan Contohnya Pengertian Teks Negosiasi Oleh sebab itu, kita bisa tahu nih, kalau teks negosiasi adalah teks atau tulisan yang berisi kesepakatan antara dua belah pihak, dengan kepentingan berbeda. Kesepakatan yang dimaksud ini bisa dalam berbagai keperluan, ya. Contohnya seperti kasus tawar menawar di atas. Biasanya, dalam kegiatan jual beli, pedagang ingin mendapat untung sebanyak-banyaknya, sedangkan pembeli ingin mendapat harga termurah. Akhirnya, dilakukanlah tawar menawar barang agar diperoleh kesepakatan bersama. Dengan tujuan, penjual masih mendapatkan untung, dan pembeli bisa mendapat barang dengan harga yang lebih murah. Paham sampai sini? Tujuan Teks Negosiasi Kalau ditelaah dari pengertiannya, mungkin kamu sudah bisa menebak ya, tujuan teks negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan bersama antara dua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Nah, teks negosiasi nggak hanya digunakan oleh penjual dan pembeli dalam melakukan penawaran bisnis, tapi juga mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi bersama. Ciri-Ciri Teks Negosiasi Seperti jenis teks yang lain, teks negosiasi juga memiliki karakteristik atau ciri yang membedakannya dengan teks-teks lainnya. Ciri-ciri teks negosiasi, antara lain Menghasilkan kesepakatan Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan Memprioritaskan kepentingan bersama Sarana untuk mencari penyelesaian Mengarah pada tujuan praktis Baca Juga Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya Struktur Teks Negosiasi Seperti teks lainnya, teks negosiasi juga memiliki struktur yang perlu kamu perhatikan, terutama ketika nanti kamu ingin membuat suatu teks negosiasi. Struktur teks negosiasi terdiri dari 6 bagian, yaitu orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, dan penutup. Berikut penjelasan lengkapnya Orientasi Orientasi adalah bagian awal dari teks negosiasi. Orientasi biasanya berisi salam atau sapa antara dua belah pihak. Permintaan Kemudian, permintaan adalah bagian dimana satu/dua belah pihak mengungkapkan permasalahan. Permasalahan ini berupa keinginan yang ingin dicapai atau diselesaikan. Pemenuhan Pemenuhan adalah bagian dimana satu/dua belah pihak dapat memenuhi sebuah permintaan atau tidak. Penawaran Selanjutnya, penawaran adalah bagian puncak negosiasi. Di sini, terjadilah proses tawar menawar antara pihak satu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan bersama. Persetujuan Persetujuan adalah bagian ketika pihak satu dan lainnya sepakat/setuju dengan keputusan hasil tawar menawar. Penutup Terakhir, penutup adalah bagian yang menandakan kalau negosiasi telah disepakati dan berakhir. Penutup juga biasanya berisi ucapan terima kasih dan salam. Cara Membuat Teks Negosiasi Setelah kamu mengetahui tentang pengertian, tujuan, ciri-ciri, dan struktur teks negosiasi, sekarang kita coba membuat teks negosiasi, yuk! Gimana ya caranya? Nah, ada beberapa langkah dalam membuat teks negosiasi. Kamu bisa perhatikan dengan baik step by step nya berikut ini, ya. Check it out! 1. Persiapan dan perencanaan Pada tahap ini, kamu bisa menentukan tema kegiatan negosiasi. Misalnya, temanya adalah kegiatan jual beli. Atau bisa juga kegiatan negosiasi untuk menentukan kebijakan tertentu di suatu perusahaan, dan sebagainya. 2. Menentukan pihak-pihak yang berkaitan Pada kegiatan negosiasi, perlu ditetapkan pihak-pihak yang berkaitan. Misalnya temanya tentang jual beli, maka tentukan siapa yang berperan sebagai penjual dan siapa yang berperan sebagai pembeli. 3. Menentukan hal yang dinegosiasikan Kamu perlu menentukan apa yang ingin dinegosiasikan dalam teks tersebut. Misalnya temanya jual beli, lalu apa yang diperjualbelikan? Apakah berupa barang atau berupa jasa? Lalu, tentukan juga waktu dan tempat negosiasi. 4. Menyiapkan penyampaian argumen Pada tahap ini, masing-masing pihak mengutarakan apa yang diinginkan secara bijaksana. 5. Merancang kegiatan tawar menawar dan penyelesaian masalah Pada kegiatan ini, dilakukan tawar-menawar antara pihak-pihak yang terlibat untuk mencapai sebuah kesepakatan. Misalnya temanya adalah jual beli, maka tawar-menawarnya bisa berupa kesepakatan harga barang atau jasa yang diperjualbelikan. 6. Menentukan penutup Tahap ini merupakan tahap terakhir yang menutup proses negosiasi. Misalnya, antara kedua pihak saling mengucapkan terima kasih dan salam. Selain itu, jika negosiasi yang dilakukan bersifat formal, maka bisa juga ditutup dengan kesepakatan tertulis dan penandatanganan dokumen tertentu antara pihak yang terlibat. 7. Menulis struktur teks negosiasi Nah, langkah-langkah di atas tadi kan masih berupa outline atau kerangka. Di tahap ini, kamu bisa menuliskan struktur teks negosiasi, kemudian sesuaikan kerangka tadi dengan struktur teks negosiasi ini. Seperti yang tadi sudah dibahas, struktur teks negosiasi terdiri atas orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, dan penutup. 8. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks Setelah menyesuaikan kerangka dengan struktur, kamu tinggal mengembangkannya menjadi sebuah teks utuh. Jangan lupa, ya! Saat proses mengembangkan kerangka menjadi teks, kamu harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan agar teks negosiasi mudah diterima dan dimengerti oleh pembaca. Contoh Teks Negosiasi Oke, nggak afdhol rasanya kalau kita sudah bahas teorinya, tapi belum masuk ke contohnya, ya. Supaya kamu semakin paham mengenai materi teks negosiasi, berikut contoh teks negosiasi singkat yang bertemakan kegiatan jual beli. Coba kamu perhatikan dengan seksama, ya! Pembeli “Permisi Pak, saya mau beli gitar ini. Berapa harganya, ya?” Penjual “Kalau gitar yang itu harganya 750 ribu, Nak.” Pembeli “Harganya boleh kurang nggak, Pak?” Penjual “Hmmm, boleh. Mau nawar berapa, Nak?” Pembeli “600 ribu aja Pak, gimana?” Penjual “Wah! Harga segitu rasanya tidak bisa, Nak.” Pembeli “Kalau 625 ribu?” Penjual “Naikin dikit Nak, 650 ribu Bapak lepas gitar ini.” Pembeli “Oke deh Pak, saya setuju. Ini uangnya, ya.” Penjual “Terima kasih, Nak. Ini gitarnya.” Pembeli “Terima kasih, Pak.” Baca Juga 20 Contoh Teks Negosiasi Singkat beserta Jenis dan Strukturnya Sekian materi mengenai pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, cara membuat, hingga contoh teks negosiasi. Apakah artikel ini sudah cukup jelas? Jika belum, kamu bisa loh, tonton penjelasan lengkapnya di ruangbelajar! Kamu bisa belajar lewat video beranimasi yang dilengkapi juga dengan latihan soal dan rangkuman, lho. Pasti makin paham, deh! Referensi Zabadi, Fairul, dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Pengertian Teks Negosiasi Jenis, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Dan Pembahasannya [daring]. Tautan Sumber Gambar Gambar Jual Beli di Pasar’ [Daring]. Tautan Diakses 19 Januari 2022 Artikel ini telah diperbarui pada 8 Mei 2023.

buatlah teks dialog negosiasi mengenai ketua osis yang mengajukan usulan